Ujian? Jangan Khawatir !

Ujian seringkali memang menjadi momok bagi para siswa dan mahasiswa. Mereka merasa khawatir dan takut tatkala ujian tiba.

Kekhawatiran yang seringkali muncul memang cukup beralasan. Maklum, sebagian besar nilai beragam test atau ujian akhirnya berpengaruh pada nilai akhir. Baik itu rapor untuk siswa, atau Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bagi kalangan mahasiswa.

Tak hanya itu, ada beberapa sikap dan kondisi di kalangan pelajar dan mahasiswa yang turut berpengaruh dalam menyelesaikan test dan ujian. Misalnya, gugup dan berkeringat dingin. Selain itu, materi yang sudah dipelajari dengan baik bisa hilang begitu saja tatkala menghadapi kertas ujian.

Kekhawatiran yang berlebihan akhirnya bisa mengakibatkan pelajar dan mahasiswa gagal menempuh test dan ujian. Buntutnya, nilai rapor dan IPK jadi buruk.

Sesungguhnya, kekhawatiran itu tidak perlu terjadi, jika semuanya dipersiapkan dengan matang. Hal tersebut bisa dimulai dari upaya memperingatkan pada diri pelajar dan mahasiswa sendiri, bahwa ketika melaksanakan ujian, mereka sedang mendemonstrasikan kemampuannya dalam memahami materi kuliah, pelajaran, atau dalam tugas-tugas tertentu. Selain itu, ujian memberikan dasar evaluasi dan penilain terhadap perkembangan belajar mereka.

Di bawah ini, ada sepuluh tips bagi Anda, para pelajar dan mahasiswa. Simaklah dengan teliti.

  1. Datanglah lebih awal dengan persiapan matang. Bawalah semua alat tulis yang dibutuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam tangan, penghapus, tip-ex, penggaris, dan sebagainya. Perlengkapan ini akan sangat membantu Anda agar tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
  2. Tenang dan percaya diri. Ingatkan diri Anda bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
  3. Bersikaplah santai tetapi tetap waspada. Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
  4. Preview soal-soal ujian Anda terlebih dahulu. Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam. Lantas, tandailah kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah lebih dahulu, baru kemudian merambah ke soal yang tersulit. Ketika membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul sebagai jawaban.
  5. Jawablah soal-soal ujian secara strategis. Setelah melakukan preview, mulai menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui. Lantas, lanjutkan dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah: a.Soal paling sulit, b.Soal yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya, c. Soal yang memiliki nilai terkecil.
  6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah dengan pasti jawaban yang harus dipilih. Mula-mula, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama jawaban Anda biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.
  7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis. Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dahulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Lantas, berilah nomor pada ide-ide tersebut sesuai urutan yang harus Anda kemukakan.
  8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.Tulis kalimat pokok Anda pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara detail. Dukunglah inti jawaban Anda dengan informasi spesifik, contoh, dan bahkan kutipan dari bacaan atau catatan Anda.
  9. Sisihkan 10% waktu Anda untuk memeriksa ulang jawaban Anda. Periksalah jawaban Anda. Hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawaban Anda untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa apabila ada kecerobohan. Misalnya, salah meletakkan desimal. Bandingkan jawaban matematika Anda yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
  10. Analisa hasil ujianmu. Setiap ujian dapat membantu Anda dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai. Tentukan, strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Setelah menyelesaikan ujian dan mengikuti tips-tips tersebut, tinggalkan ruangan kelas sesegera mungkin. Hal itu untuk menghindari keragu-raguan, “Benarkah jawaban saya? Jangan-jangan, salah! ”

Yakinkan dalam hati bahwa Anda telah berhasil menjawab semua soal dengan baik dan dengan persiapan yang sangat matang. Tidak ada alasan untuk mengubah jawaban. Apalagi bila batas waktunya hanya tinggal beberapa menit saja.

Akan tetapi, bila Anda ragu terhadap kejujuran ujian atau kredibilitas ujian tersebut untuk menguji kemampuan Anda, temuilah guru atau dosen pembimbing Anda. (sumber : http://www.tempo.co.id/edunet ;juke illafi k/university of st thomas)

Comments

Popular Posts